FEB Universitas Narotama Mendukung Transformasi UMKM Tambaksari "Naik Kelas" Melalui Program Pendampingan Lanjutan
23 Januari 2026, 13:41:07 Dilihat: 85x
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Narotama resmi menutup program Pendampingan UMKM Kecamatan Tambaksari Batch 1 pada Kamis, 22 Januari 2026. Program yang berlangsung sejak Mei hingga Desember 2025 ini melibatkan 150 pelaku UMKM di wilayah Kecamatan Tambaksari.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Narotama, Dr. H. Agus Sukoco, S.T., M.M, menjelaskan bahwa kegiatan penutupan ini sekaligus menjadi momentum pemberian penghargaan kepada UMKM berprestasi yang telah mengikuti seluruh rangkaian pendampingan.
“Hari ini kita mengadakan acara penutupan pendampingan UMKM Kecamatan Tambaksari Batch 1. Dari 150 UMKM yang didampingi, kami memberikan penghargaan kepada 20 UMKM terbaik dan memilih 2 UMKM terbaik sebagai pemenang utama,” jelasnya.
Dua UMKM terbaik tersebut adalah Bebek Baik dan Kedai Sehat Kristin, yang menerima penghargaan langsung dari Camat Tambaksari. Sementara itu, 20 UMKM terbaik lainnya menerima sertifikat dari FEB Universitas Narotama sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan mereka menyelesaikan program pendampingan.
Acara ini dihadiri oleh Camat Tambaksari Yudi Eko Handono, S.IP., M.IP, beserta jajaran, Rektor Universitas Narotama Dr. Arasy Alimuddin, S.E., M.M, beserta jajaran pimpinan FEB yang terdiri dari Dekan, Ketua Program Studi Manajemen, Ketua Program Studi Akuntansi, serta dosen-dosen FEB, Kehadiran pimpinan universitas menunjukkan dukungan penuh institusi terhadap program pemberdayaan UMKM ini.
Dr. Agus Sukoco menambahkan, pada Batch 1 Semester 1, pendampingan difokuskan pada manajemen keuangan dan pemasaran digital. Program akan berlanjut ke Batch 1 Semester 2 dengan fokus pada peningkatan kualitas produk, penguatan sumber daya manusia (SDM), serta implementasi manajemen keuangan yang lebih matang, disertai penguatan pemasaran lanjutan.
Namun, tidak seluruh 150 UMKM akan mengikuti semester lanjutan.
“Semester dua nanti akan difokuskan pada UMKM yang dinyatakan lulus di pemasaran dan keuangan. Sementara yang belum lulus akan mengulang di Batch 2 tahun 2026,” jelasnya.
Program ini selaras dengan program Kecamatan Tambaksari yang sebelumnya telah memberikan bantuan berupa rombong usaha, alat produksi, dan modal kerja kepada UMKM. Pendampingan dinilai penting agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
“Masalah utama UMKM adalah keuangan yang bercampur antara uang pribadi dan usaha. Ini yang membuat usaha sulit berkembang. Kita ingin UMKM naik kelas, dari pedagang menjadi pengusaha yang punya visi, perencanaan, dan arah pengembangan bisnis,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat jelas dalam acara penutupan tersebut.
“Respon mereka luar biasa. Mereka datang dengan semangat, penampilan rapi, dan sudah terbentuk komunitas belajar bersama. Community ini penting agar mereka bisa tumbuh dan berkembang bersama,” tambah Dr. Agus Sukoco.
Ke depan, program ini akan tetap difokuskan di Kecamatan Tambaksari hingga benar-benar berhasil dan menjadi role model yang dapat direplikasi ke wilayah lain.
Dari sisi akademik, program ini juga menjadi wujud nyata pendidikan berdampak.
“Ilmu tidak hanya di kelas, tapi dipraktikkan langsung di masyarakat. Dosen memberikan arahan, mahasiswa mendampingi, dan UMKM merasakan manfaatnya. Inilah kampus berdampak dan mahasiswa berdampak,” tegasnya.
Di akhir wawancara, Dr. Agus Sukoco berharap program ini dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“Ketika UMKM mandiri secara ekonomi, masyarakat menjadi sejahtera. Jika ekonomi kuat, lingkungan akan aman, kondusif, dan berdampak positif bagi semua,” pungkasnya.